Bank Sampoerna Tetap Pertahankan Komitmen Penyaluran Kredit UMKM Tinggi

Kamis, 26 Maret 2026 | 13:42:41 WIB
Bank Sampoerna Tetap Pertahankan Komitmen Penyaluran Kredit UMKM Tinggi

JAKARTA - PT Bank Sahabat Sampoerna Tbk (Bank Sampoerna) tetap menegaskan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meski menghadapi risiko meningkat di sektor perbankan. 

Keputusan ini menunjukkan bahwa bank tidak hanya mengutamakan pertumbuhan portofolio, tetapi juga konsistensi dalam membantu fondasi ekonomi lokal.

Komitmen Bank Sampoerna pada UMKM

Direktur Finance and Business Planning Bank Sampoerna, Henky Suryaputra, menyatakan bahwa mayoritas portofolio kredit bank tetap berada di segmen UMKM. Menurut Henky, fokus ini merupakan strategi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan bisnis sekaligus mendukung pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

“Hingga saat ini porsi kredit UMKM Bank Sampoerna mencapai sekitar 64% dari total kredit,” ungkap Henky.

Hal ini menunjukkan bahwa meski risiko meningkat, bank tetap memprioritaskan dukungan bagi UMKM sebagai bagian dari strategi bisnis berkelanjutan.

Data keuangan terbaru menunjukkan bahwa hingga Februari 2026, Bank Sampoerna menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp 11,058 triliun. Angka ini menurun sekitar 7,26% dibandingkan Februari 2025. Meski terdapat penurunan, Henky menilai tren pertumbuhan kredit usaha mikro masih terbuka, seiring pemulihan ekonomi domestik.

Potensi Pertumbuhan Kredit Mikro

Henky optimistis kredit usaha mikro akan tumbuh secara bertahap sepanjang 2026. Ia menekankan bahwa peningkatan daya beli masyarakat dan perbaikan perekonomian nasional dapat mendorong permintaan pembiayaan bagi UMKM.

“Kami melihat sentimen positif dari pemulihan ekonomi domestik, meskipun pertumbuhan kredit UMKM di industri secara umum masih relatif terbatas,” kata Henky. 

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Bank Sampoerna tetap berhati-hati dalam menyalurkan kredit, sambil menunggu momentum ekonomi yang lebih stabil.

Tren pertumbuhan kredit mikro memang belum menunjukkan perbaikan signifikan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit usaha mikro perbankan masih relatif stagnan, terutama karena tekanan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang masih tinggi. Hal ini menjadi salah satu faktor risiko yang dihadapi bank dalam memperluas portofolio kredit UMKM.

Tantangan Risiko Kredit UMKM

Berdasarkan Asesmen Transmisi SBDK RDG Maret 2026, NPL kredit UMKM di Februari 2026 tercatat 4,68%, naik 8 basis poin dari bulan sebelumnya. Angka ini menunjukkan adanya tekanan risiko yang cukup signifikan bagi perbankan.

Henky menegaskan bahwa meski risiko meningkat, Bank Sampoerna tetap optimistis. Strategi mitigasi risiko dilakukan melalui seleksi kredit yang ketat dan pemantauan portofolio secara intensif. Pendekatan ini diharapkan dapat menahan laju NPL sekaligus menjaga keberlanjutan kredit UMKM.

“Kami tetap fokus pada kualitas kredit dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Risiko tentu ada, tetapi kami percaya kredit UMKM masih memiliki potensi untuk bertumbuh positif,” ujarnya. 

Pernyataan ini menegaskan bahwa bank tidak menghindari risiko, melainkan mengelolanya dengan strategi yang terukur.

Optimisme Bank di Tengah Risiko Industri

Komitmen Bank Sampoerna dalam menyalurkan kredit UMKM bukan sekadar mendukung bisnis bank, melainkan juga upaya mendorong perekonomian di tingkat akar rumput. 

UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia, dan keberlanjutan pembiayaan bagi sektor ini menjadi indikator penting bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Meski NPL masih menjadi tantangan, Henky melihat bahwa prospek pertumbuhan kredit UMKM tetap positif. Dengan strategi yang tepat, peningkatan kualitas portofolio, dan dukungan pemerintah melalui kebijakan ekonomi yang mendukung, bank yakin bahwa kredit usaha mikro akan mampu tumbuh secara bertahap sepanjang tahun ini.

Selain itu, optimisme ini juga didorong oleh sentimen positif dari pemulihan ekonomi domestik, yang menandakan bahwa masyarakat mulai meningkatkan daya beli dan kegiatan usaha kembali bergairah. Kombinasi antara manajemen risiko yang cermat dan potensi pasar yang besar membuat Bank Sampoerna tetap konsisten menyalurkan kredit UMKM.

Henky menekankan, “Kami percaya bahwa dengan pengelolaan risiko yang tepat dan pemantauan yang konsisten, portofolio kredit UMKM Bank Sampoerna dapat terus bertumbuh sekaligus memberikan manfaat bagi pelaku usaha kecil.”

Dengan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan dan mitigasi risiko yang cermat, Bank Sampoerna menunjukkan bahwa dukungan terhadap UMKM tetap menjadi prioritas utama meskipun menghadapi tekanan industri yang meningkat. Ini sekaligus menegaskan posisi bank sebagai mitra strategis bagi UMKM dalam membangun ekonomi lokal yang kuat.

Terkini