Laba MNC Kapital Melonjak 130 Persen Sepanjang Tahun 2025

Kamis, 26 Maret 2026 | 15:13:28 WIB
Laba MNC Kapital Melonjak 130 Persen Sepanjang Tahun 2025

JAKARTA - Perusahaan jasa keuangan yang memiliki ekosistem bisnis terintegrasi menunjukkan kinerja yang semakin kuat sepanjang tahun 2025. 

Pertumbuhan tersebut terlihat dari peningkatan laba bersih serta pendapatan konsolidasian yang berasal dari berbagai lini usaha dalam grup.

PT MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP) menjadi salah satu perusahaan yang mencatatkan pertumbuhan kinerja yang cukup signifikan selama periode tersebut. 

Peningkatan ini tidak hanya berasal dari sektor perbankan, tetapi juga dari bisnis asuransi, digital, pembiayaan, hingga pasar modal.

Dengan dukungan berbagai unit usaha yang berada di dalam ekosistem MNC Group, perusahaan mampu mempertahankan kinerja positif sekaligus memperluas layanan keuangan berbasis teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa strategi diversifikasi bisnis yang dilakukan perusahaan mulai memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan pendapatan dan laba.

Investor Relations MNC Group Gladys Levina mengatakan kinerja positif tersebut menjadi indikator bahwa berbagai lini usaha perusahaan terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan bisnis secara keseluruhan.

Pertumbuhan Laba Dan Pendapatan Perseroan

Kinerja PT MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP) mencatat kinerja positif sepanjang 2025 ditopang oleh pertumbuhan bisnis di berbagai segmen usaha.

Investor Relations MNC Group Gladys Levina mengatakan laba bersih perseroan sepanjang 2025 mencapai Rp277,9 miliar, melonjak 130,1% dari Rp120,8 miliar pada 2024.

Sejalan dengan itu, pendapatan konsolidasian juga tumbuh 16,2% secara tahunan menjadi Rp3,8 triliun dari Rp3,2 triliun.

Dari sisi pendapatan, kontribusi terbesar berasal dari bunga dan dividen yang mencapai Rp2,11 triliun atau setara 56,1% dari total pendapatan.

Selain itu, pendapatan jasa asuransi menyumbang Rp806,26 miliar atau 21,4%, tumbuh 15% secara tahunan.

“Kontributor utama pendapatan BCAP sepanjang 2025 berasal dari MNC Bank yang mengambil porsi hingga sebesar 45,1% seiring dengan terjaganya jumlah aset produktif, marjin bunga bersih, dan NPL bank,” ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (26/3/2026).

Sementara bisnis asuransi berkontribusi sebesar 32% terhadap total pendapatan BCAP. Ditopang oleh segmen asuransi jiwa kredit dan asuransi kerugian.

Kinerja BCAP juga didorong oleh pertumbuhan lini digital dan pasar modal.

Pendapatan digital tercatat sebesar Rp393,54 miliar atau naik 28,8% secara tahunan, sementara pendapatan pasar modal melonjak 69,1% menjadi Rp355,78 miliar.

Perkembangan Kinerja Perbankan Dan Lini Digital

Selain kontribusi dari berbagai segmen usaha, peningkatan kinerja perusahaan juga didorong oleh pertumbuhan bisnis di sektor perbankan dan layanan digital.

Di segmen perbankan, PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) mencatat pertumbuhan yang cukup positif sepanjang tahun 2025. Pendapatan bunga bank meningkat 8,9% menjadi Rp1,5 triliun.

Sementara itu, laba bersih bank juga mengalami peningkatan sebesar 9,3% menjadi Rp81,8 miliar.

Dari sisi aset, total aset bank tercatat mencapai Rp20,3 triliun. Kondisi permodalan bank juga berada pada level yang cukup kuat dengan rasio kecukupan modal (KPMM) sebesar 24,7%.

Kualitas kredit bank juga tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) sebesar 3,0% secara gross dan 2,1% secara net.

Pada lini digital, PT MNC Teknologi Nusantara (MTN) terus memperluas pengembangan ekosistem layanan digital yang dimilikinya.

Aplikasi MotionPay kini dapat digunakan untuk melakukan transaksi lintas negara di Jepang melalui fitur QR Cross Border.

Selain itu, perusahaan juga melakukan pembaruan layanan digital melalui rebranding Flash Mobile menjadi FLASH dengan layanan payment gateway yang lebih modern.

Layanan tersebut mencatat volume transaksi yang cukup besar dengan total transaksi mencapai 1,01 miliar sepanjang 2025.

Kinerja Pembiayaan Dan Pasar Modal

Pertumbuhan bisnis perusahaan juga didukung oleh kinerja positif dari sektor pembiayaan serta pasar modal yang berada di bawah naungan MNC Kapital.

Di sektor pembiayaan, PT MNC Finance dan PT MNC Guna Usaha Indonesia mencatat total aset sebesar Rp2,4 triliun atau tumbuh 11,7% secara tahunan.

Kualitas pembiayaan kedua perusahaan tersebut juga tetap terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) sebesar 1,4%.

Selain itu, pendapatan yang dihasilkan dari sektor pembiayaan tercatat mencapai Rp400 miliar.

Pada segmen pasar modal, PT MNC Sekuritas juga terus melakukan inovasi layanan untuk menjangkau lebih banyak investor.

Perusahaan meluncurkan MotionTrade Dual Version yang berhasil menjangkau sekitar 250 ribu nasabah hingga tahun 2025.

Sementara itu, PT MNC Asset Management juga mencatat pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) yang meningkat sebesar 47,3% sejak awal tahun.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan minat investor yang semakin meningkat terhadap berbagai produk investasi yang ditawarkan perusahaan.

Penguatan Ekosistem Asuransi Dan Strategi Pertumbuhan

Selain sektor perbankan, pembiayaan, dan pasar modal, segmen asuransi juga memberikan kontribusi penting terhadap kinerja perusahaan.

PT MNC Insurance terus memperluas layanan melalui berbagai kerja sama strategis dengan sejumlah mitra bisnis.

Sementara itu, PT MNC Life Assurance berhasil mencatat lonjakan laba lebih dari dua kali lipat.

Peningkatan kinerja tersebut didukung oleh penguatan produk asuransi jiwa kredit yang menjadi salah satu produk unggulan perusahaan.

Dari sisi neraca keuangan, total aset BCAP tercatat sebesar Rp29,03 triliun per akhir 2025. Angka ini sedikit menurun dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp29,38 triliun.

Di sisi lain, total liabilitas meningkat menjadi Rp23,61 triliun dari sebelumnya Rp22,29 triliun. Sementara itu, ekuitas tercatat sebesar Rp5,41 triliun, turun dari Rp7,08 triliun pada tahun sebelumnya.

Meski demikian, perusahaan terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengembangan ekosistem digital serta memperluas kolaborasi strategis.

Ke depan, BCAP optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan kinerja dengan memperkuat kapabilitas teknologi, memperluas kemitraan strategis B2B, serta menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah persaingan industri fintech yang semakin ketat.

Terkini