Migas

PHE Siapkan 800 Sumur Baru Untuk Jaga Produksi Migas Nasional

PHE Siapkan 800 Sumur Baru Untuk Jaga Produksi Migas Nasional
PHE Siapkan 800 Sumur Baru Untuk Jaga Produksi Migas Nasional

JAKARTA - Upaya menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi nasional terus menjadi perhatian penting di tengah dinamika energi global. Ketegangan geopolitik internasional, fluktuasi harga energi, hingga kompleksitas operasional industri migas menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan energi yang beroperasi di Indonesia.

Sebagai salah satu tulang punggung produksi migas nasional, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan produksi energi tetap terjaga. Perusahaan yang merupakan Subholding Upstream Pertamina ini memegang peran penting dalam menjaga pasokan energi nasional melalui pengelolaan wilayah kerja migas yang luas di berbagai daerah.

Di tengah tantangan tersebut, PHE tidak hanya berfokus pada menjaga produksi yang sudah ada, tetapi juga terus mendorong eksplorasi sumber daya baru serta penerapan teknologi modern untuk meningkatkan perolehan minyak dan gas dari lapangan yang telah beroperasi.

Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memastikan industri migas Indonesia tetap mampu beradaptasi dengan perubahan global. 

Berbagai program pengeboran, eksplorasi, hingga penerapan teknologi peningkatan produksi pun disiapkan untuk mendukung target tersebut.

Strategi PHE Menjaga Produksi Migas Nasional

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional di tengah tantangan geopolitik global dan kompleksitas operasional industri energi.

Sebagai Subholding Upstream Pertamina, perusahaan mengelola sekitar 27 persen wilayah kerja migas di Indonesia dan menjadi salah satu kontributor utama terhadap produksi energi nasional.

“Penguatan eksplorasi, optimalisasi lapangan eksisting, pengembangan serta penerapan teknologi peningkatan produksi akan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional,” kata Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE Edi Karyanto.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga membuka peluang penemuan sumber daya baru di berbagai cekungan migas Indonesia.

Kontribusi Besar PHE Terhadap Produksi Energi Nasional

Kontribusi PHE terhadap produksi energi nasional juga tergolong signifikan. Pada 2025, PHE menyumbang sekitar 65 persen lifting minyak domestik atau sekitar 396 ribu barrel per hari (MBOPD). Perusahaan juga menyumbang sekitar 35 persen lifting gas domestik yang mencapai 1,8 miliar kaki kubik per hari (BCFD).

Sepanjang 2025, produksi migas PHE tercatat mencapai sekitar 1 juta barrel setara minyak per hari (MMBOEPD), dengan rincian produksi minyak sebesar 557 MBOPD dan gas sebesar 2,8 BCFD.

Selain menjaga kinerja produksi, perusahaan juga mencatat sejumlah capaian strategis, termasuk penemuan sumber daya hingga 1 miliar barrel setara minyak (BBOE).

PHE juga menerapkan berbagai teknologi peningkatan produksi, seperti multistage fracturing, steam flood, dan chemical enhanced oil recovery (CEOR).

Program Pengeboran Dan Eksplorasi Migas Tahun 2026

Memasuki 2026, PHE menyiapkan sejumlah program untuk mengelola penurunan alamiah produksi (natural decline) sekaligus meningkatkan produksi dan sumber daya migas nasional.

Program tersebut meliputi pengeboran 16 sumur eksplorasi dan 800 sumur eksploitasi. Selain itu, perusahaan merencanakan kegiatan workover sebanyak 1.284 pekerjaan. Kegiatan survei seismik juga akan dilakukan melalui survei 2D sepanjang 904 kilometer serta survei 3D seluas 1.660 kilometer persegi.

PHE juga menargetkan kegiatan well intervention well service (WIWS) mencapai 33.000 pekerjaan.

Strategi peningkatan produksi tersebut dilakukan melalui pengembangan lapangan eksisting (brownfield), pengembangan lapangan baru (greenfield), serta penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) guna meningkatkan perolehan hidrokarbon dari lapangan yang telah berproduksi.

Dorong Energi Rendah Karbon Dan Tata Kelola Berkelanjutan

Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat eksplorasi sumber daya baru, termasuk potensi minyak nonkonvensional (MNK) serta peluang kerja sama strategis melalui akuisisi.

Selain fokus pada bisnis inti migas, PHE juga menjalankan Dual Growth Strategy yang bertujuan memaksimalkan bisnis hulu migas sekaligus mengembangkan energi rendah karbon.

Pengembangan energi rendah karbon dilakukan melalui penerapan teknologi carbon capture storage serta carbon capture utilization and storage (CCS/CCUS).

Perusahaan juga menjalankan berbagai program dekarbonisasi operasi sebagai bagian dari komitmen terhadap pengelolaan energi yang lebih berkelanjutan.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi migas nasional sekaligus menjaga ketahanan energi selama masa transisi menuju energi yang lebih bersih. Dalam menjalankan bisnis hulu migas, PHE juga menegaskan komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Perusahaan menerapkan kebijakan Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan fraud dan menjaga perusahaan tetap bersih dari praktik penyuapan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.

Melalui berbagai program strategis tersebut, PHE berupaya meningkatkan kontribusinya terhadap produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index