Ekosistem Olahraga

Maroedja Sport Park Diharapkan Jadi Ikon Ekosistem Olahraga Jakarta

Maroedja Sport Park Diharapkan Jadi Ikon Ekosistem Olahraga Jakarta
Maroedja Sport Park Diharapkan Jadi Ikon Ekosistem Olahraga Jakarta

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru saja meresmikan fasilitas olahraga terbaru di ibu kota, Maroedja Sport Park, yang terletak di Kembangan, Jakarta Barat. 

Dengan tujuan menciptakan Jakarta sebagai pusat ekosistem olahraga yang terintegrasi dan destinasi wisata olahraga, Maroedja Sport Park menjadi simbol penting dalam langkah DKI Jakarta menuju kemajuan dalam bidang olahraga dan rekreasi. 

Peresmian tersebut menandai upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau dan fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Jakarta.

Maroedja Sport Park sendiri dibangun di atas lahan seluas 2,2 hektare yang sebelumnya dikenal dengan nama Lapangan Ki Amat. Di lokasi ini, selain ada fasilitas olahraga yang lengkap, juga direncanakan adanya ruang publik yang berfungsi sebagai tempat interaksi sosial bagi warga sekitar. 

Gubernur Pramono menegaskan bahwa pembangunan ini bukan hanya tentang fasilitas olahraga, tetapi juga tentang menciptakan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas secara sehat dan berinteraksi satu sama lain.

Transformasi Lapangan Ki Amat Menjadi Fasilitas Olahraga Terlengkap

Maroedja Sport Park bukan hanya sekadar lapangan olahraga biasa. Dengan prinsip Sponge City Infrastructure, kawasan ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan ekosistem olahraga yang berkelanjutan, sekaligus mendukung kualitas lingkungan yang lebih baik.

 Terdiri dari empat zona utama yang mencakup zona penerima, zona olahraga, zona rekreasi, dan zona penyerapan air, Maroedja Sport Park diharapkan bisa memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Jakarta.

Di zona olahraga, pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas olahraga, seperti lapangan basket, lapangan mini soccer, dan jogging track. 

Selain itu, di zona rekreasi terdapat beberapa fasilitas lain seperti forest cafe, playground, lapangan voli, dan plaza untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Dengan begitu, tempat ini tidak hanya menjadi ruang olahraga, tetapi juga menjadi tempat rekreasi dan aktivitas sosial yang bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Di sisi lain, zona penyerapan air berfungsi sebagai upaya untuk mengurangi potensi banjir dengan adanya kolam retensi dan forest walk. Inovasi ini menjadikan Maroedja Sport Park bukan hanya sebagai pusat kegiatan olahraga, tetapi juga sebagai bagian dari solusi untuk masalah lingkungan di Jakarta, yang menjadi perhatian serius dalam beberapa tahun terakhir.

Maroedja Sport Park Sebagai Destinasi Sport Tourism Nasional

Lebih dari sekadar fasilitas olahraga, Maroedja Sport Park merupakan langkah besar dalam menjadikan Jakarta sebagai destinasi wisata olahraga terkemuka di kawasan regional. 

Gubernur Pramono menyatakan bahwa pengembangan fasilitas ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat peran Jakarta dalam dunia olahraga internasional. 

Menurutnya, melalui pengembangan infrastruktur olahraga yang memadai, Jakarta bisa menarik minat banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk datang dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan olahraga yang digelar di kota ini.

Fasilitas olahraga yang lengkap dan akses yang mudah menuju Maroedja Sport Park menjadi nilai tambah bagi Jakarta sebagai tujuan sport tourism. Gubernur Pramono berharap bahwa Maroedja Sport Park dapat menjadi pusat berbagai acara olahraga, dari tingkat nasional hingga internasional. 

Dalam jangka panjang, Jakarta diharapkan tidak hanya dikenal sebagai pusat bisnis, tetapi juga sebagai kota yang memiliki ekosistem olahraga yang mendukung prestasi atlet serta wisata olahraga yang berkembang.

Pembangunan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Selain memperkenalkan konsep sport tourism, Maroedja Sport Park juga menggambarkan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyediakan ruang terbuka hijau yang berfungsi untuk kepentingan publik. 

Proyek ini mengalokasikan anggaran total Rp10,9 miliar dari total kebutuhan sekitar Rp12 miliar untuk tahap pertama. Pramono menegaskan bahwa pembangunan tahap kedua akan segera dilanjutkan untuk menyelesaikan fasilitas yang ada.

Pramono menilai bahwa lokasi Maroedja Sport Park sangat strategis dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. Diharapkan, ke depan, lapangan ini bisa dilengkapi dengan pencahayaan dan videotron agar fasilitas ini dapat digunakan pada malam hari. 

“Dengan kehadiran fasilitas umum ini, kami mengajak warga untuk turut merawat Maroedja Sport Park sebagai bagian dari jati diri kota di tengah pembangunan Jakarta yang terus berkembang,” kata Pramono.

Melibatkan Banyak Pihak dalam Pembangunan Fasilitas Publik

Keberhasilan pembangunan Maroedja Sport Park merupakan hasil dari kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, DPRD DKI Jakarta, serta berbagai pihak lainnya. Fasilitas ini merupakan wujud nyata dari kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan fisik dan sosial. 

Dalam proyek ini, terdapat peran serta tiga konsultan yang masing-masing memiliki tanggung jawab dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan. 

PT Atelier Enam Arsitek bertanggung jawab sebagai konsultan perencana, PT Jhuda Citraguna sebagai kontraktor pelaksana, dan PT Danureka Sarana Cipta sebagai konsultan pengawas.

Dengan terwujudnya Maroedja Sport Park, diharapkan akan ada peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berolahraga dan menjaga kesehatan. Selain itu, fasilitas ini juga dapat menjadi contoh keberhasilan dalam pengelolaan ruang terbuka hijau yang ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index