BNI Targetkan Penjualan Sukuk Ritel SR024 Capai 800 Miliar Rupiah

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:14:04 WIB
BNI Targetkan Penjualan Sukuk Ritel SR024 Capai 800 Miliar Rupiah

JAKARTA - Minat masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis syariah terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah dinamika pasar keuangan, banyak investor ritel mulai mencari instrumen yang relatif aman, stabil, serta memberikan imbal hasil yang kompetitif.

Salah satu instrumen yang kerap menjadi pilihan adalah sukuk ritel yang diterbitkan pemerintah. Produk investasi ini dinilai menarik karena menawarkan tingkat kupon yang tetap, didukung oleh jaminan negara, serta mudah diakses oleh masyarakat melalui berbagai bank mitra distribusi.

Pada tahun 2026, pemerintah kembali menawarkan sukuk ritel seri SR024 kepada masyarakat. Sejumlah bank nasional turut berperan sebagai mitra distribusi, termasuk PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang menargetkan penjualan cukup besar dari instrumen investasi syariah tersebut.

Strategi Penjualan Sukuk Ritel SR024

Pemerintah telah resmi memasarkan sukuk ritel seri SR024 dengan menggandeng sejumlah bank sebagai mitra distribusi. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang menjadi salah satu mitra distribusi SR024, optimistis target penjualan SR024 tercapai.

Masa penawaran SR024 berlangsung pada 6 Maret-15 April 2026. Bagi investor yang tertarik, sukuk ini menawarkan dua kupon, yakni 5,55% untuk tenor tiga tahun dan 5,90% untuk tenor lima tahun.

General Manager Divisi Wealth Management BNI Henny Eugenia mengatakan, target penjualan SR024 di BNI mencapai Rp 800 miliar.

"Target tersebut sudah mempertimbangkan adanya momentum jatuh tempo seri SR018T3 yang mendorong nasabah untuk melakukan investasi baru," kata Henny.

Strategi ini diharapkan mampu menarik minat investor yang sebelumnya telah memiliki investasi pada seri sukuk ritel sebelumnya untuk kembali menanamkan dananya pada instrumen baru yang ditawarkan pemerintah.

Momentum Likuiditas Masyarakat Jelang Lebaran

Optimisme terhadap target penjualan SR024 juga dipengaruhi oleh sejumlah momentum yang dinilai dapat meningkatkan likuiditas masyarakat. Salah satunya adalah periode pembagian tunjangan hari raya (THR) serta pembagian dividen saham kepada para investor.

Kondisi ini diyakini dapat mendorong sebagian masyarakat untuk mengalokasikan dana yang diterima ke dalam instrumen investasi yang relatif aman.

Menurut Henny, investor akan menyisihkan sebagian pendapatan untuk berinvestasi meski berada dalam momen hari raya Lebaran yang relatif tinggi aktivitas konsumsi.

"Dengan adanya THR dan musim pembagian dividen saham, kami berasumsi likuiditas masyarakat juga akan tetap ada untuk investasi," kata Henny.

Dengan meningkatnya likuiditas tersebut, BNI optimistis minat masyarakat terhadap produk investasi sukuk ritel akan tetap tinggi sepanjang masa penawaran berlangsung.

Promo Investasi Melalui Aplikasi Wondr by BNI

Selain mengandalkan momentum pasar, BNI juga menawarkan berbagai insentif untuk menarik minat investor ritel. BNI memberikan penawaran khusus bagi nasabah yang melakukan pembelian SR024 melalui aplikasi Wondr by BNI. Melalui program tersebut, investor berkesempatan mendapatkan bonus uang kembali atau cashback hingga senilai Rp 29 juta.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi digital BNI dalam memperluas akses investasi bagi masyarakat melalui platform layanan perbankan digital.

Dengan kemudahan akses melalui aplikasi, investor dapat melakukan pembelian sukuk ritel secara praktis tanpa harus datang ke kantor cabang bank.

Strategi digitalisasi layanan investasi ini juga diharapkan dapat menjangkau lebih banyak investor ritel, khususnya generasi muda yang semakin aktif memanfaatkan layanan keuangan berbasis aplikasi.

Sukuk Ritel Sebagai Instrumen Investasi Stabil

Pembayaran kupon perdana SR024 dijadwalkan pada 10 Mei 2026 dengan skema short coupon.

Selanjutnya, kupon akan dibayarkan per bulan pada tanggal 10 dan mengacu pada hari kerja atau operasional sistem pembayaran Bank Indonesia. Skema pembayaran ini memberikan kepastian pendapatan bagi investor yang mencari instrumen investasi dengan arus kas rutin.

Penerbitan SR024 ini diharapkan dapat menjadi pilihan investasi syariah yang aman dan stabil bagi masyarakat di tengah dinamika pasar keuangan.

Selain memberikan imbal hasil tetap, sukuk ritel juga memiliki tingkat risiko yang relatif rendah karena diterbitkan dan dijamin oleh pemerintah. Instrumen ini juga memungkinkan masyarakat untuk berpartisipasi langsung dalam pembiayaan pembangunan negara.

Dana yang dihimpun dari penjualan sukuk ritel biasanya digunakan pemerintah untuk mendukung berbagai program pembangunan nasional. Dengan berbagai keunggulan tersebut, sukuk ritel diharapkan terus menjadi salah satu instrumen investasi favorit masyarakat Indonesia.

Partisipasi masyarakat dalam membeli sukuk ritel tidak hanya memberikan manfaat finansial bagi investor, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat pembiayaan pembangunan nasional secara berkelanjutan.

Terkini