JAKARTA - Menjelang Ramadhan 1447 H pada 2026, rasa rindu umat Islam pada atmosfer ibadah kembali menguat.
Kerinduan ini bukan sekadar menunggu datangnya bulan puasa, melainkan kerinduan pada momen penyucian jiwa yang hadir lewat lapar, dahaga, dan keheningan munajat.
Banyak orang merasakan betapa ritme hidup yang padat kerap mengeringkan batin; Ramadan hadir sebagai oase yang menyegarkan kembali relasi seorang hamba dengan Tuhannya.
Dalam tradisi keilmuan Islam, para ulama menegaskan bahwa Ramadan adalah musim ketaatan. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha’if al-Ma’arif menyebutnya sebagai musim berdagang dengan Allah. Para salafus shalih bahkan telah merindukan bulan ini jauh sebelum kedatangannya.
Kerinduan pada Dahaga dan Lapar Menyucikan
1."Rindu Ramadan adalah rindu pada lapar yang justru mengenyangkan hati dengan iman."
2."Ada rindu yang tak terucap pada tenggorokan yang kering karena Allah, semata mengharap pintu Ar-Rayyan."
3."Puasa bukan sekadar menahan makan, tapi kerinduan menahan diri dari segala yang tidak dicintai-Nya."
4."Betapa aku rindu saat perutku kosong, namun jiwaku penuh dengan dzikir."
5."Di luar Ramadan kita kenyang tapi hati sering kosong. Di dalam Ramadan kita lapar tapi hati terasa penuh."
6."Rindu pada aroma mulut orang berpuasa yang di sisi Allah lebih wangi dari kasturi."
7."Sahur adalah rindu. Rindu untuk memulai hari dengan keberkahan yang dijanjikan Nabi."
8."Menahan nafsu itu berat, tapi rindu akan pahala puasa membuat segalanya terasa ringan."
9."Aku rindu saat di mana setiap detik menahan marah dihitung sebagai ibadah."
10."Kembalikan aku pada hari-hari di mana lapar dan dahaga menjadi bukti cinta hamba pada Rabb-nya."
11."Puasa adalah perisai. Aku rindu berlindung di balik perisai itu dari api neraka."
12."Kerinduan pada iftar bukan karena makanan, tapi karena doa yang tak tertolak saat berbuka."
13."Jiwa ini rindu dididik untuk ikhlas, seperti ikhlasnya orang berpuasa yang tak dilihat manusia."
14."Rindu pada 'sumtu' (aku berpuasa), kalimat sakti peredam amarah."
15."Dahaga di dunia demi kesegaran abadi di akhirat. Itulah rindu sang mukmin."
Keheningan Qiyamul Lail dan Tarawih
16."Siang berpuasa, malam bercahaya. Rindu ini pada sujud-sujud panjang di sepertiga malam."
17."Tarawih adalah lelah yang dirindukan. Lelah kaki berdiri, namun istirahat bagi hati."
18."Rindu pada barisan shaf yang rapat, menyatukan hati dalam lantunan ayat suci."
19."Qiyamul lail di bulan Ramadan adalah saat hamba paling dekat dengan Tuhannya."
20."Air mata yang menetes saat Qiyamul Lail adalah pendingin api neraka yang paling aku rindukan."
21."Malam-malam Ramadan adalah panggung kemuliaan bagi mereka yang merindukan surga."
22."Aku rindu suara imam yang bergetar membaca ayat azab, dan menenangkan saat membaca ayat rahmat."
23."Kehormatan seorang mukmin ada pada shalat malamnya. Rindu menegakkan kehormatan itu kembali."
24."Hening malam Ramadan, saat doa melesat tanpa penghalang menuju langit."
25."Rindu pada lezatnya kantuk yang dilawan demi mengejar Lailatul Qadar."
26."Berdiri di malam Ramadan menghapuskan dosa yang lalu. Siapa yang tak rindu pengampunan itu?"
27."Sujud tarawih adalah tempat istirahat terbaik dari hiruk pikuk dunia."
28."Langit malam Ramadan terasa lebih dekat, seolah malaikat turun berdesakan mengaminkan doa."
29."Rindu menyucikan malam dengan tahajud, saat dunia tertidur lelap."
30."Kakimu bengkak karena berdiri (sholat), tapi hatimu sembuh dari penyakit dunia."
31."Qiyamul Lail adalah cahaya di alam kubur. Aku rindu menyalakan cahaya itu."
32."Witir di penghujung malam Ramadan, penutup rindu yang manis."
33."Rindu pada suasana masjid yang hidup di malam hari, bersinar dengan iman."
34."Hanya di bulan ini, bangun malam terasa begitu ringan karena cinta."
35."Ya Allah, izinkan dahi ini kembali bersujud panjang di malam-malam penuh ampunan-Mu."
Inspirasi Al-Qur’an dan Hadis
36."Rindu pada bulan diturunkannya Al-Qur'an, petunjuk bagi manusia dan pembeda hak dan batil."
37."'Barangsiapa berpuasa karena iman dan mengharap pahala...' Aku rindu menjadi bagian dari hadis ini."
38."Pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup. Rindu pada kesempatan emas yang dikabarkan Nabi."
39."Rindu pada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Satu malam, seumur hidup pahala."
40."Al-Qur'an dan Puasa akan memberi syafaat di hari kiamat. Aku rindu mempersiapkan syafaatku."
41."Bagi orang berpuasa ada dua kebahagiaan: saat berbuka dan saat bertemu Rabb-nya."
42."Rindu menjadi 'Rabbani', bukan sekadar 'Ramadhani'."
43."Allah berfirman: 'Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya'."
44."Makan sahurlah, karena di dalamnya ada keberkahan."
45."Rindu tilawah yang membasahi lidah, seperti hujan membasahi bumi yang tandus."
46."Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya."
47."Jibril bertadarus bersama Nabi setiap malam Ramadan."
48."Setan-setan dibelenggu. Rindu merasakan kebebasan jiwa untuk taat tanpa godaan berat."
49."Doa orang berpuasa tidak tertolak hingga ia berbuka."
50."Sedekah di bulan Ramadan adalah sedekah yang paling utama."
51."Umrah di bulan Ramadan menyamai pahala haji bersamaku."
52."Rindu pada janji Allah: 'Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa agar bertakwa'."
53."Siapa yang berdiri di malam Lailatul Qadar karena iman, diampuni dosanya yang lalu."
54."Ramadan adalah bulan kesabaran, dan balasan kesabaran adalah surga."
55."Awalnya rahmat, pertengahannya ampunan, akhirnya pembebasan dari api neraka."
Kata Bijak Para Sahabat dan Ulama
56."Umar bin Khattab berkata: 'Selamat datang pengisi batin kami'."
57."Para salaf merindukan Ramadan enam bulan sebelum kedatangannya."
58."Ibnu Rajab berkata: 'Bagaimana mungkin air mata tidak menetes saat berpisah dengan Ramadan?'"
59."Rindu menjadi seperti Utsman bin Affan yang mengkhatamkan Qur'an dalam shalat malamnya."
60."Imam Syafi'i mengkhatamkan Qur'an enam puluh kali di bulan Ramadan."
61."Yahya bin Abi Katsir berdoa: 'Ya Allah, serahkan aku kepada Ramadan, dan serahkan Ramadan kepadaku'."
62."Jadikan puasamu bukan hanya menahan makan, tapi puasa anggota badan dari dosa."
63."Siang hari adalah kuda pacuan untuk puasa, malam hari adalah kuda pacuan untuk qiyam."
64."Rindu pada nasihat Ibnu Mas'ud: 'Penyambut Ramadan dengan wajah berseri, haram jasadnya dari neraka'."
65."Jangan jadikan hari puasamu sama dengan hari tidak puasamu."
66."Puasa adalah zakatnya tubuh. Rindu membersihkan raga ini."
67."Ramadan adalah pasar perniagaan akhirat. Rugilah yang tidak beruntung di dalamnya."
68."Hati yang rindu Ramadan adalah tanda masih adanya iman yang hidup."
69."Menangis karena rindu Ramadan adalah tangisan para pecinta Allah."
70."Dunia ini penjara bagi mukmin, tapi Ramadan adalah tamannya."
71."Rindu memperbaiki diri sebelum ajal menjemput, dan Ramadan adalah waktu terbaiknya."
72."Orang yang celaka adalah yang mendapati Ramadan tapi tidak diampuni dosanya."
73."Ramadan ibarat hujan yang membersihkan debu-debu dosa di hati."
74."Jangan biarkan Ramadan berlalu seperti angin, tangkaplah ia dengan amal."
75."Rindu pada majelis ilmu yang hidup subur di bulan puasa."
Harapan dan Doa untuk Bertemu Kembali
76."Ya Allah, sampaikanlah umurku pada bulan suci itu."
77."Belum kering air mata perpisahan Ramadan lalu, kini hati sudah rindu ingin bertemu kembali."
78."Beri aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki puasa dan qiyamku yang lalu."
79."Rindu memperbaiki tilawah yang terbata-bata di hadapan-Mu."
80."Semoga nama kita tercatat sebagai tamu Ramadan tahun ini."
81."Rindu pada suasana di mana kebaikan begitu mudah dilakukan."
82."Ya Rabb, jangan wafatkan aku sebelum aku mencicipi manisnya Ramadan sekali lagi."
83."Rindu pada diri sendiri versi terbaik yang hanya muncul saat Ramadan."
84."Hitungan hari terasa lama bagi hati yang sedang kasmaran pada bulan mulia."
85."Aku rindu merebahkan kening ke sajadah, meminta ampun di saat sahur."
86."Berikan aku kesehatan agar kuat berpuasa dan berdiri di malam hari."
87."Rindu berkumpul bersama keluarga dalam ketaatan, berbuka dan sahur bersama."
88."Ramadan, pulanglah segera. Hati ini gersang tanpamu."
89."Setiap detak jantung ini berdoa: Allahumma ballighna Ramadan."
90."Aku rindu merasakan nikmatnya iman yang memuncak."
Refleksi Singkat dan Puitis
91."Ramadan: Saat langit turun memeluk bumi."
92."Lapar di perut, kenyang di hati."
93."Qiyamul Lail: Kencan rahasia hamba dengan Raja Semesta."
94."Puasa: Seni mengendalikan diri."
95."Rindu itu berat, tapi rindu Ramadan itu nikmat."
96."Detik-detik Ramadan adalah intan permata."
97."Kembalilah, wahai bulan penyucian."
98."Tarawih: Terapi jiwa yang lelah."
99."Menanti Ramadan seperti menanti kekasih yang membawa hadiah pengampunan."
100."Satu bulan untuk bekal sebelas bulan. Rindu mengisi bekal itu."