JAKARTA - Menjelang fajar di bulan suci, suasana sahur menjadi momen yang sarat makna bagi umat Islam. Tidak hanya sekadar waktu makan sebelum berpuasa, sahur juga dipenuhi nilai ibadah melalui niat dan doa yang dibaca dengan penuh kesadaran. Dari sinilah puasa Ramadhan dimulai dengan kesiapan fisik sekaligus ketundukan hati kepada Allah SWT.
Membaca niat dan doa sahur Ramadhan menjadi tak boleh terlewatkan saat hendak menjalankan ibadah puasa. Sahur sendiri merupakan amalan sunnah dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Selain menyiapkan fisik agar kuat berpuasa seharian, sahur juga memiliki nilai ibadah yang dianjurkan dalam Islam.
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tidak meninggalkan sahur, meskipun hanya dengan seteguk air. Anjuran ini menunjukkan bahwa sahur bukan sekadar aktivitas makan, tetapi juga bagian dari ibadah yang membawa keberkahan.
Dalam sahur terdapat keberkahan, baik secara spiritual maupun fisik. Dari sisi spiritual, sahur menjadi waktu yang tepat untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sementara dari sisi fisik, sahur membantu menjaga stamina tubuh agar tetap bugar selama menjalankan puasa.
Dengan sahur, tubuh menjadi lebih siap menjalani puasa, sehingga ibadah di siang hari seperti bekerja, belajar, dan beribadah dapat dilakukan dengan optimal.
Makna Sahur Dalam Ibadah Puasa
Sahur bukan hanya rutinitas sebelum imsak, tetapi juga bagian penting dari kesempurnaan ibadah puasa. Melalui sahur, umat Islam diajak untuk memulai hari dengan kesadaran spiritual, rasa syukur, serta niat yang tulus. Keberkahan sahur terletak pada ketaatan menjalankan sunnah sekaligus mempersiapkan diri menghadapi aktivitas sepanjang hari dalam keadaan berpuasa.
Nilai ibadah ini semakin kuat ketika sahur diiringi dengan doa dan dzikir. Setiap suapan makanan menjadi pengingat bahwa rezeki berasal dari Allah SWT, sementara setiap tegukan air menjadi simbol kekuatan yang diberikan-Nya agar hamba mampu menunaikan kewajiban puasa.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan
Membaca niat puasa di waktu sahur tidak boleh ditinggalkan karena termasuk syarat sah puasa Ramadhan. Berikut bacaan niat puasa Ramadhan untuk satu hari:
???????? ?????? ???? ???? ??????? ?????? ?????? ????????? ????? ????????? ????? ????????
Arab latin:
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i fardhi syahri Ramadhâni hâdzihis sanati lillâhi ta'âla.
Artinya:
“Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah ta'ala.”
Niat ini menegaskan tujuan utama puasa, yakni menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh keikhlasan. Tanpa niat, ibadah puasa tidak dianggap sah. Karena itu, membaca niat pada waktu sahur menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.
Doa Sebelum Menyantap Sahur
Sebelum menyantap makanan sahur, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT. Berikut bacaan doa sebelum sahur lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya:
?????? ????? ??????????? ???????????? ??????????? ??????? ????? ??????? ??????????? ??????? ??????? ????????
Latin:
Bismillâhir rahmânir rahîm. Allâhumma bârik lanâ fîmâ razaqtanâ waqinâ ‘adzâban nâr.
Artinya:
“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka.”
Doa ini mengandung permohonan keberkahan atas makanan yang dikonsumsi sekaligus perlindungan dari azab. Dengan membacanya, sahur tidak hanya bernilai pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga menjadi ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Doa Setelah Selesai Sahur
Setelah selesai sahur, dianjurkan pula untuk membaca doa sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. Berikut bacaan doa sesudah sahur:
?????????? ????? ???????? ??????????? ?????????? ??????????? ????????????
Latin:
Alhamdulillâhilladzî ath‘amanâ wa saqânâ wa ja‘alanâ minal muslimîn.
Artinya:
“Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami termasuk orang-orang Muslim.”
Doa ini menegaskan rasa syukur atas nikmat yang sering kali dianggap sederhana, yakni makanan dan minuman. Padahal, dari nikmat tersebut manusia memperoleh kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa sepanjang hari.
Membaca doa sebelum dan sesudah sahur juga menjadi pengingat agar setiap aktivitas dimulai dan diakhiri dengan mengingat Allah SWT. Kebiasaan ini menumbuhkan kesadaran spiritual yang berkelanjutan, tidak hanya selama Ramadhan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, sahur bukan sekadar persiapan fisik menghadapi lapar dan dahaga. Ia adalah momen ibadah yang penuh keberkahan dimulai dari niat, disertai doa, lalu ditutup dengan rasa syukur. Dengan memahami makna ini, umat Islam dapat menjalani puasa Ramadhan dengan lebih khusyuk, tenang, dan penuh keikhlasan.