JAKARTA - Perkembangan ekonomi digital terus menghadirkan bentuk pekerjaan baru yang semakin fleksibel dan mudah diakses masyarakat.
Pemerintah melihat fenomena ini sebagai peluang strategis untuk memperluas sumber penghasilan, terutama bagi generasi muda yang akrab dengan teknologi.
Dalam konteks tersebut, Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menilai skema affiliate marketing mampu membuka ruang ekonomi baru yang relevan dengan perubahan zaman.
Pandangan itu disampaikan saat membuka program Training of Trainers Shopee Affiliate di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kesiapan tenaga kerja menghadapi transformasi digital yang semakin cepat.
Melalui pelatihan bagi para instruktur, diharapkan pengetahuan mengenai peluang kerja berbasis platform dapat disebarluaskan secara lebih merata kepada masyarakat.
Menurut Yassierli, pekerjaan digital seperti affiliate memiliki karakter fleksibel karena dapat dilakukan hanya dengan perangkat yang sudah dimiliki masyarakat serta mengandalkan kreativitas. Ia menegaskan bahwa peluang tersebut perlu direspons secara adaptif agar mampu memberi manfaat ekonomi nyata.
“Pekerjaan digital seperti affiliate bersifat fleksibel, bisa dilakukan hanya dengan perangkat yang sudah dimiliki masyarakat, dan mengandalkan kreativitas. Ini adalah peluang yang harus kita respons secara adaptif,” ujarnya.
Penguatan Kapasitas Instruktur Pelatihan Vokasi
Melalui program Training of Trainers Shopee Affiliate, Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan peningkatan kapasitas instruktur di berbagai Unit Pelaksana Teknis Daerah serta balai pelatihan vokasi.
Langkah ini dipandang penting agar keterampilan ekonomi digital tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar menjangkau masyarakat luas.
Yassierli menjelaskan bahwa apabila instruktur dari berbagai daerah dapat bergerak secara konsisten dalam memberikan pelatihan, potensi dampak yang dihasilkan akan sangat besar. Ia menggambarkan kemungkinan jangkauan puluhan ribu peserta pelatihan dalam satu tahun sebagai bukti bahwa pendekatan berbasis pengganda keterampilan mampu mempercepat pemerataan kesempatan kerja.
Namun, ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan bukan semata jumlah peserta yang dilatih. Dampak nyata terhadap kesejahteraan keluarga menjadi tolok ukur yang lebih penting.
“Namun yang lebih penting dari angka adalah dampaknya. Ketika satu orang affiliate mampu menjadi tulang punggung keluarganya, itu jauh lebih bermakna. Kita sedang membuka peluang kesejahteraan baru bagi keluarga Indonesia,” katanya.
Kolaborasi Pemerintah Dan Platform Digital
Untuk memperluas pemanfaatan peluang ekonomi di industri affiliate marketing, Kemnaker bekerja sama dengan Shopee Indonesia menghadirkan program pelatihan dengan instruktur tersertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang digital.
Program pelatihan yang berlangsung selama beberapa hari tersebut diikuti ratusan pengajar dan instruktur. Para peserta memperoleh materi strategis mengenai pemanfaatan fitur affiliate, teknik pemasaran digital, hingga pengembangan usaha berbasis platform daring. Bekal tersebut diharapkan dapat ditransfer kembali kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan pelatihan lanjutan di daerah.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari pengembangan Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee, sebuah program peningkatan kapasitas bagi pelatih dan pendamping usaha mikro, kecil, dan menengah.
Melalui pendekatan tersebut, literasi digital tidak hanya menyasar pelaku usaha, tetapi juga para pengajar yang berperan sebagai penghubung pengetahuan di tingkat komunitas.
Perluasan Literasi Digital Untuk UMKM Nasional
Perwakilan Shopee Indonesia menyampaikan bahwa perusahaan terus memperkuat literasi digital masyarakat melalui berbagai modul pelatihan. Sejak beberapa tahun terakhir, ratusan materi pembelajaran telah disediakan untuk membantu pelaku UMKM memahami strategi penjualan daring, pengelolaan bisnis, serta pemanfaatan ekosistem digital secara optimal.
Pada awal tahun ini, pengembangan Akademi Pengajar dihadirkan guna memperkuat kapasitas digital para instruktur kementerian dan lembaga di berbagai daerah.
Seluruh pelatih dalam program tersebut telah memiliki sertifikasi profesi dan membawakan materi komprehensif, mulai dari strategi pemasaran hingga optimalisasi program affiliate sebagai sumber pendapatan tambahan.
Melalui target perluasan jangkauan pengajar di seluruh Indonesia, program ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan keterampilan digital. Upaya tersebut sejalan dengan kebutuhan peningkatan daya saing tenaga kerja nasional di tengah perubahan struktur ekonomi global yang semakin berbasis teknologi.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah dan platform digital dipandang akan semakin penting dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif. Affiliate marketing hanyalah salah satu contoh bagaimana transformasi digital membuka jalur baru menuju kemandirian ekonomi masyarakat.
Dengan dukungan pelatihan berkelanjutan serta peningkatan literasi digital, peluang tersebut berpotensi berkembang menjadi fondasi baru bagi kesejahteraan keluarga Indonesia di era ekonomi modern.